CUTANEOUS SQUAMOUS CELL CARCINOMA REGIO INFRAAURICULA. SEBUAH KASUS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.52830/inajcc.v4i3.126Abstrak
CUTANEOUS SQUAMOUS CELL CARCINOMA REGIO INFRAAURICULA. SEBUAH KASUS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Atika Dwitama1, Raden Artanto Wahyono2
1Residen Ilmu Bedah, Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
2Staff Pengajar, Divisi Bedah Onkologi, Departemen Bedah, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
ABSTRAK
Pendahuluan: Penanganan cSCC di kepala dan leher memerlukan tatalaksana dengan pendekatan bedah dan non-bedah, terutama untuk kasus agresif yang melibatkan area sensitif seperti telinga dan leher.
Laporan Kasus: Seorang wanita berusia 39 tahun mengalami luka di bawah telinga kiri yang berkembang menjadi benjolan dalam dua bulan terakhir. Setelah menjalani biopsi, ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dari pemeriksaan fisik, didapati massa hiperpigmentasi dengan ulkus pada permukaannya pada infraauricula sinistra dengan ukuran 7 x 5 cm, didapati pula limfadenopati colli sinistra level IIb. Pemeriksaan histopatologi mengkonfirmasi adanya Keratinizing Squamous Cell Carcinoma (SCC) yang tergolong stage pT3N1M0. Pasien menjalani pembedahan dengan eksisi luas disertai Radical Neck Dissection (RND), diikuti dengan rekonstruksi luka menggunakan skin flap.
Diskusi: Diagnosis cSCC dilakukan melalui pemeriksaan histopatologis dan pencitraan, sementara manajemen utamanya melibatkan pembedahan, seperti eksisi luas atau Mohs Micrographic Surgery (MMS). Pada kasus cSCC risiko tinggi, sering diperlukan prosedur tambahan seperti RND untuk mengurangi risiko rekurensi regional, dan terapi non-bedah seperti radioterapi atau kemoterapi
Kesimpulan: Keterlibatan limfonodi dan organ lain menjadi pertimbangan khusus pada pasien dengan cSCC regio kepala-leher yang akan menjalani prosedur bedah berupa eksisi luas dan RND.
Kata kunci: cutaneous squamous cell carcinoma, keganasan kepala-leher, eksisi luas, dan metastasis.
Unduhan
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Atika Dwitana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




